Aku menari bersama hujan
Gerimis deras apa peduliku
Memeluk diri memejam erat
Tertawa tersenyum seperti gila
Seketika menjelma balerina
Berdansa bersama riuh tirta
Yang turun dari kelabu mendung
Berputar tanpa takut limbung
Mengayun mengikuti alun
Denting yang berdentang
Aku hanyut aku lebur
Bersatu dengan renjana yang kian kabur
Sebelum cita menjelma samsara
Kupatri semua kuhirup kuresap
Masih bersama hujan yang setia
Masih bersama dentingmu semasa
Mari berbasah bersama
Mampang Prapatan, Sabtu, 11 Maret 2017
Bersama hujan
Dan biarkan gumam itu tertahan diujung lidah, tak terucapkan. Tapi jangan biarkan gumam itu tertahan di ujung jari, tak tertuliskan.
Showing posts with label hujan. Show all posts
Showing posts with label hujan. Show all posts
Saturday, March 11, 2017
Wednesday, February 22, 2017
(Bukan) Skenario (3) : Not So Rainy
Hujan reda
Tidak lagi ada pertemuan
Apakah ini bagian dari rencana?
Tidak lagi ada pertemuan
Apakah ini bagian dari rencana?
Rindu menyurut
Genangan kenangan menguap
Apakah ini juga bagian dari rencana?
Genangan kenangan menguap
Apakah ini juga bagian dari rencana?
Mampang Prapatan, malam cerah di penghujung Februari 2017
Skenario (2) : Another Rainy Afternoon
Hujan lagi
Sore-sore
Dan sepotong episode di salah satu sisi lain kampus
Tidak perlu banyak saksi
Cukup genangan air yang berkecipak karena jejak terburuku
Tangan kanan yang gemetar sejak siang hari
Anak laki-laki pengojek payung yang berlari mengikutiku
Juga hujan, dan lagi-lagi hujan
Sore-sore
Dan sepotong episode di salah satu sisi lain kampus
Tidak perlu banyak saksi
Cukup genangan air yang berkecipak karena jejak terburuku
Tangan kanan yang gemetar sejak siang hari
Anak laki-laki pengojek payung yang berlari mengikutiku
Juga hujan, dan lagi-lagi hujan
Untuk setiap skenario ruang pertemuanku denganmu yang berlangsung di antara hujan,
Aku mensyukuri sekaligus menyesali
Aku mensyukuri sekaligus menyesali
Depok, Sore hujan lainnya di pertengahan November 2016
Repost dari Tumblr pribadi
Repost dari Tumblr pribadi
Skenario
Skenario mana yang lebih mengejutkan dari pertemuan tanpa rencana dan tanpa pernah dibayangkan
Di suatu tempat setelah perjalan puluhan kilometer bersama
Di suatu tempat setelah perjalan puluhan kilometer bersama
Dan momen mana yang lebih berkesan dari angin sore yang mengembus kain-kain pakaian kami ketika berjalan bersisian
Dan tetesan hujan menambah syahdu pertemuan sore itu. Meski singkat, terlalu singkat
Jakarta, suatu sore di penghujung Oktober 2016
Repost dari Tumblr pribadi
Repost dari Tumblr pribadi
Subscribe to:
Posts (Atom)