Showing posts with label berjuang. Show all posts
Showing posts with label berjuang. Show all posts

Monday, August 7, 2017

Kembali

Kamu duduk di sana, tepat di hadapanku. Matamu tertutup kain, dan aku yang mendengarkan semua ceritamu. Pagi itu kita berada di ruang dengan pencahayaan sangat rendah. Dan kamu mulai... menangis.
Ah, aku bahkan sudah menahan campur aduk emosi itu sejak kata pertama keluar. Sejak pertanyaan pertama kulontarkan padamu. Kamu pasti menyadari tekanan suara yang keluar dariku lantaran menahan isak yang begitu menyesak. Kamu tidak menangis sendirian.
Di mana aku, saat kamu kebingungan sendirian. Di mana aku saat kutinggalkan sisa-sisa tanggung jawabku yang harus kamu selesaikan. Di mana aku saat pelik membelitmu sampai bertanya pun kamu tidak mampu. Di mana aku yang mengaku akan selalu ada.
Kita menangis. Saling berbisik di telinga. Masing-masing menyalahkan diri sendiri. Meskipun lebih banyak harusnya aku yang disalahkan. Kita menangis lalu kemudian menutup lembar yang telah berlalu.
Pagi itu, sampai ketika ia melambai-lambaikan tangannya tanda waktu kita usai, aku masih menata janji. Dan kita bersama menata diri. Ke depan, kita akan lalui kembali perjuangan yang tidak mungkin dilalui seorang diri.
Berlarilah padaku, saat aku menjauh darimu. Berteriaklah padaku apabila aku lupakan janji kita. Dan aku akan ada di belakang sini, di belakangmu. Mengawasi punggungmu seandainya ia limbung tak tegak. Mengawasi lututmu seandainya ia mulai goyah.
Jadilah kuat. Jadilah kuat bersamaku. Dan bersama orang-orang di kanan-kirimu.
Rumah, 7 Agustus 2017, 23.33
Lakon utama telah digantikan, tetapi masih banyak pekerjaan yang ditinggalkan.
Mengenang perbincangan kita di salah satu pagi buta di Bulan Juli

Tuesday, March 4, 2014

Aku bilang jangan

Di sana kau rupanya
Terkurung dalam asa yang hampa
Terjebak dalam ekspektasi yang membuai
Limbung

Begitu ternyata ceritanya
Puing-puing harap
Yang kau bangun setiap satu bata aksara
Tapi kau dan harga dirimu

Aku melihatmu
Terkurung dalam sebuah kotak kaca
Pengap juga kedap

Dia melihatmu tapi kau rapi dalam topengmu
Dia memerhatikanmu tapi tak ada suara
Dan jadilah kalian sama-sama buta

Orang bilang berhenti
Aku bilang jangan
Karena aku ingin kau berjuang sedikit lagi

Dan setiap kau merasa hampir bosan

Aku ingin kau terus berjuang

Sedikit lagi