Showing posts with label aksara. Show all posts
Showing posts with label aksara. Show all posts

Monday, January 11, 2016

Sebuah Hadiah

Aku punya hadiah untukmu
Kuperingatkan
Isinya aksara, banyak jumlahnya
Terangkai tapi rumit beruntai-untai
Terbaca tapi kamu harus temukan tafsirnya

Aku punya hadiah untukmu
Sesuatu yang tidak bisa kucerna, tubuhku menolaknya
Ada yang pernah bilang,
Memberi hadiah itu, sesuatu yang juga kita suka
Tapi ini,
Bukan aku tak suka, bukan
Jangan melirikku seperti itu

Aku punya hadiah untukmu
Sampai seribu paragraf kujelaskan, percuma
Kalau kamu tidak membutuhkannya

Kusederhanakan
Aku mencintaimu
Aku merindukanmu
Dalam resah yang menjelma bahagia
Dalam penantian, yang tetap menjadi penantian
Aku mengikut saja

Dari aku yang tidak ingin mengutuk kegelapan, tapi malang, aku tidak sanggup menyalakan bahkan sebuah lilin

Tuesday, August 26, 2014

Tentang Aksaramu

Beraninya kau
Mengacak-acak hati yang rapuh
Dengan kata-kata memabukkan
Tapi tak tertafsirkan

Teganya kau
Mengabadikan kekacauan hatiku
Dalam bait-bait yang membuai
Seolah kau rasakan yang sama

Bukan tentang aku tidak bisa berhenti terlena
Bukan pula tentang rasa yang tak jua usai
Tapi tentang tanya yang terus menggelayut
Di salah satu ruang yang sebagian besar isinya
telah kupindahkan

Pernahkah ada aku di sana?
Di salah satu sudut terkecil pikiranmu
Apakah itu aku,
yang pernah menjadi jalan cerita dalam aksaramu?
Atau hanya imajinasiku,
Buah dari harapanku yang palsu



...
*suatu hari, di pertengahan Oktober. kali ini mungkin sudah titik.
...

Tuesday, March 11, 2014

Nostalgia

Ini tentang gemuruh yang masih terdengar
Tentang mata yang merah lalu memanas

Aku menyusuri kembali setiap aksara
Aku menekuri satu persatu memori
Aku pernah begitu terbuai
Aku pernah begitu damai

Biarkan aku memeluk ingatan
Tentang rasa yang pernah begitu indah
Biarkan aku mendekap kenangan
Tentang suasana yang pernah begitu damai

Yang sebenarnya adalah
Tidak pernah ada kenangan yang nyata
Hanya aku
Yang merangkai ceritera dan khayal

Tentang bunga yang merekah

Tentang pelangi seusai badai

Tentang kupu-kupu

Tentang istana

Ini tentang setetes air yang bergulir di ujung nostalgia
Tentang terbangun dari mimpi yang begitu melena

Tuesday, December 10, 2013

Aku dan Analogi

Kau tahu mengapa waktu itu aku sering membawa buku itu? Buku yang kau pernah tanyakan walau hanya sekilas. Semoga kau ingat. Waktu itu aku membawa dua buku sejenis itu. Kau tahu mengapa?

Karena aku waktu itu begitu ingin menyaingimu dalam kata-kata. Mencoba mengumpulkan larik-larik itu dan mempelajarinya. Mencoba membuat milikku sendiri.

Tapi, sekeras apa pun aku mencoba, sebanyak apa pun buku jenis itu yang kubaca, aku tidak akan pernah bisa menyaingimu. Aku tidak akan mampu.


Maka biarkan aku beranalogi saja. Aku sedang senang beranalogi.