Showing posts with label jarak. Show all posts
Showing posts with label jarak. Show all posts

Tuesday, October 17, 2017

Ujian Waktu

Mungkin waktu sedang menguji kita. Berapa banyak selisih temu yang terjadi antara kita. Aku datang, kamu pergi. Aku beranjak, kamu sampai.

Kita sama-sama bekerja keras. Menyusutkan jarak antar persona. Melipat waktu antar temu. Kita sama-sama belajar, sibuk dengan diri.

Mungkin waktu sedang menguji kita. Menguji kedewasaan, keteguhan, kesungguhan, dan kesiapan kita.

Ia belum berkenan merestui temu kita. Ia masih menunggu sampai dua di antara kita melewati ujiannya.

Kita masih harus terus belajar. Sambil mencari jalan menuju satu sama lain. Kita masih harus terus bekerja keras. Sampai ia berkenan mengabulkan setiap lembar permohonan menjadi temu yang syahdu. Sesyahdu aamiin yang panjang di setiap penghujung doa kita.

Maafkan aku, mungkin aku yang belum lulus uji.

Sekolahan, ditulis ulang karena teks awal hilang. Selasa, 16 Oktober 2017

Sunday, March 12, 2017

Diam

Dia bilang diam saja. Aku penasaran bagaimana caranya melampiaskan kekesalannya, kemarahannya. Aku tahu kami sama-sama marah. Tapi mengapa ia dapat dengan tenang mengatakan, "Diam saja. Sudah, diam saja."

Saturday, March 4, 2017

Jarak Aman

Aku bertanya padamu, "Apakah ini terjadi dua arah?"

Dengan yakin kau mengatakan, "Tidak."

Lalu lain waktu kutanyakan lagi, "Apakah ada sikapnya yang berubah kepadamu?"

Dengan cepat kau mengatakan, "Tidak tahu, dan tidak mau tahu."

Ah, aku tahu itu hanya topengmu. Dibalik wajahmu yang mengeras, ekspresimu yang menegas, kau punya seribu titik lemah yang dapat meluruhkan semua tanggul air matamu. Tapi kau tak membiarkan siapapun mendekati tanggul itu. Kau bisa tega kepada siapa saja yang mendekat, tanpa peduli perasaannya.

Dan di sinilah aku, berdiri dalam jarak aman.

Mampang Prapatan, Sabtu, 4 Maret 2017, 11.32 WIB