Friday, March 8, 2019

Pertama

Kali ini, untuk pertama kalinya sepanjang yang dia mampu ingat, ia tidak punya kekuatan untuk keluar dari pusaran yang ia buat sendiri.

Kali ini, untuk pertama kalinya ia tak mampu mengangkat kakinya untuk pergi. Meski semua sudah rapi dikemas.

Kali ini, untuk pertama kalinya, ia menangis ingin dicegah, tanpa mampu mengatakan keinginannya. Padahal logikanya mengatakan ia harus pergi.

Kali ini, untuk pertama kalinya ia menyadari kebodohan-kebodohannya. Tentang dongeng-dongeng yang ia ciptakan sendiri di kepalanya.

Kali ini, untuk pertama kalinya dalan hidupnya, ia menyesal karena telah jatuh cinta pada seseorang.

No comments:

Post a Comment